Posterous
Todo is using Posterous to post everything online. Shouldn't you?
Icy_me_thumb
 

Pesona Kuliner Depok

Depok's Culinary Delight

Nasi Uduk Kemakmuran

Satu lagi menu untuk sarapan pagi. Selain bubur, orang Indonesia juga punya kebiasaan menyantap nasi uduk buat sarapan. Salah satu warung nasi uduk yang termasuk lumayan enak adalah Warung Nasi Uduk yang terletak di jalan Kemakmuran, di depan toko obat Cina dan tidak jauh dari kantor Camat ... , Depok 2. Pemilik tempat ini adalah ibu Partono. Beliau sudah 2 tahun berjualan di sebuah lahan kecil yang ia kontrak dari Pak Haji pemilik ruko di belakangnya.

Menu yang dijual oleh bu Partono bukan cuma nasi Uduk tapi juga lontong sayur. Sebagai lauk pendamping nasi, pemesan akan mendapatkan bihun goreng, sayur, kentang pedas, oseng-oseng tempe dan krupuk. Untuk menu tambahan, pembeli bisa memilih satu dari banyak pilihan yang tersedia: telur balado, semur tempe/tahu, ayam goreng, opor ayam, telur dadar, bakwan gorend dan pisang goreng. Khusus lontong sayur, pembeli akan mendapatkan potongan lontong yang disiram sayur labu dan taburan bawang goreng serta kerupuk. Menu tambahan lain juga bisa dipesan seperti yang telah disebutkan di atas. Buat minum, setiap pembeli akan mendapatkan segelas teh tawar. Mau teh manis bisa, yang tentunya akan dikenai biaya tambahan.

Harga masakan di warung ini termasuk murah. Dengan 7.000 rupiah pembeli sudah bisa mendapatkan seporsi nasi uduk atau lontong sayur standar. Kalau pembeli meminta lauk tambahan, seperti telur dadar atau semur tahu, dia harus membayar tambahan sebesar 1.000 rupiah per jenis lauk. Yang lebih mahal bila pakai lauk ayam goreng atau semur daging. Teh tawar diberikan gratis tapi teh manis dihargai Rp1.500,-. Jus buah juga bisa dipesan untuk pilihan pemuas dahaga.

Nah, apakah Anda sedang berada di daerah Depok II? Kalau ya, mampirlah ke Jalan Kemakmuran. Lokasi warung ini tidak jauh dari salah satu perempatan sibuk di sepanjang jalan Kemakmuran. Anda tinggal perlu mencari warung yang memakai spanduk dekil dengan tulisan “Pondok Makan Bu Haji Partono”. Untuk memastikannya, Anda tinggal lihat apakah ada toko obat Cina di belakangnya. Cukup jelas? Selamat bersantap, :)

             

 

<br /><small>View Pesona Kuliner Depok in a larger map</small>

Filed under  //   Depok   Depok 2   Indonesia   jalan Kemakmuran   Sarapan   Warung Nasi Uduk  
Posted November 18, 2009 by Todo Sibuea 
// 0 Comments

Nasi Pecel Madiun Mba Ira

Nasi Pecel, siapa yang sudah pernah dengar? Buat sebagian pembaca, mungkin ini bukan hal asing. Akan tetapi, buat orang yang bukan atau belum pernah ke Jawa Timur, ini adalah hal baru. Di Depok, sebuah rumah makan sudah lama mengusung menu makanan tradisional ini sebagai menu utama. Kira-kira 15 tahun yang lalu, sepasang suami istri dari Jawa Timur memulai usaha berjualan nasi pecel. Perintis usaha ini adalah Soeharto dan istrinya Irawati, yang namanya dipakai sebagai merek dagang. Usaha ini tadinya dimualai dengan berjualan di kaki lima, menggunakan gerobak. Lewat kerja keras dan ketekunan, mereka akhirnya bisa menyewa tempat dan kini rumah makan Nasi Pecel Mba Ira berlokasi di sebelah toko furnitur Index dan diseberang Mal Depok.

Menu yang disajikan di tempat makan ini sederhana saja, Nasi Pecel. Secara umum, nasi pecel tidak jauh berbeda dengan gado-gado plus nasi. Bedanya, sayur di nasi pecel adalah bayam, toge yang disiram kuah kacang dan diberi srundeng, parutan kelapa, dan oseng tempe. Menu standar ini masih ditambah oleh rempeyek, tapi tanpa kacang. Tentunya, makan nasi pecel saja kurang mantap dunk. Jadi, Ibu Ira menyajikan beragam menu untuk lauk nasi seperti ayam goreng/opor/bumbu rujak, tempe/tahu, dan bandeng Presto. Selain nasi pecel, Bu Ira menjual makanan seperti Nasi Rawon dan Nasi Opor Ayam. Rasa bagaimana? Uenak tenan. Nasi pecelnya benar-benar mantap, Pilihan sayurnya bagus--segar dan diolah baik. Lauk sampingannya juga sama enaknya. Ayam gorengnya enak dan tidak berminyak. Sambal buat pendamping ayam juga pedas. Sedangkan yang bandeng Presto belum dicoba karena saya bukan penggemar bandeng. Untuk minum, tamu tidak cuma bisa memilih teh atau air tawar saja tapi juga bisa memesan minuman es, seperti, es campur, es buah, dll. Oh ya, ada juga jus buah--ketimun, jeruk, blewah, dll.

Soal harga, menu di tempat ini mungkin terasa agak mahal dibanding penjual nasi pecel lainnya. Jika cuma nasi pecel saja, ya satu porsinya hanya enam ribu rupiah. Tapi, dengan tambahan lauk seperti ayam goreng, seporsinya dihargai Rp14.000,-. Yang paling mahal jika nasi pecel-nya dengan bandeng Presto, 18 ribu rupiah. Untuk minuman, harganya termasuk murah. Teh dihargai Rp2000,-. Buat jus jeruk, lima ribu rupiah. Harga es campur atau es buah di atas keduanya. Tapi, tenang saja. Harga minuman termasuk standar.

Jika Anda ingin mencoba nasi pecel racikan ibu Ira, Anda bisa mendatangi tempat ini setiap hari mulai dari pukul 9 pagi hingga pukul 8.30 malam. Karena letaknya terjangkau dari jalan Margonda Raya, Anda tidak akan mengalami kesulitan untuk mencari tempatnya. Kendarai mobil atau motor Anda sepanjang Margonda Raya hingga mendekati bank BCA. Sesudah melewati bank BCA, silahkan menengok ke sebelah kiri karena rumah makan nasi pecel Mba Ira sudah dekat. Selamat menikmati, :)

Catatan:
Bagi saya, ada satu kekurangan dari Nasi Pecel Mba Ira. Kekurangan itu adalah kecilnya porsi nasi yang diberikan. Dengan harga satu porsi yang enam ribu rupiah, mestinya nasi yang berikan dilebihkan sedikit. Karena, sering kali saya, dan orang lain, mengalami dimana nasi sudah habis tapi lauk, sayur pecel dan ayam, masih tersisa. Bahkan apabila hanya membelli nasi pecel tanpa lauk pendamping, sayur lebih sering tersisa daripada nasi. Saya tidak tahu apakah memang seperti ini tradisi nasi pecel atau ada alasan lainnya. Saya pikir akan lebih baik jika porsi nasi di Nasi Pecel ditambah lebih banyak. :)

Silahkan mencari tempatnya di peta di bawah ini.

<br /><small>View Pesona Kuliner Depok in a larger map</small>

                       

Filed under  //   Depok   Indonesia   Margonda Raya   Nasi Pecel  
Posted November 12, 2009 by Todo Sibuea 
// 0 Comments

Peta jalan kuliner Pesona Kuliner Depok

Halo lagi,

Setelah belajar dan mencoba beberapa kali, saya sudah berhasil membuat peta jalan dari tempat-tempat makan enak di daerah Depok. Peta jalannya belum lengkap tetapi sudah cukup baiklah. Secara berkala saya akan menambahkan beberapa tempat baru lainnya ke peta buatan saya. Silahkan diklik tautan di bawah ini dan mulailah penjelajahan kalian. :)

http://is.gd/4PQO2

Dan jangan lupa untuk mengunjungi alamat di bawah ini untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang tempat makan yang sudah saya buat di Google Map.

http://pesonakulinerdepok.posterous.com/

Terima kasih untuk perhatiannya, salam kuliner. ;)

Posted November 7, 2009 by Todo Sibuea 
// 0 Comments

Warung Cak Wit

Tempat ini bermula dari sebuah warung tenda kaki lima di pertigaan jalan Kapuk dan jalan Margonda Raya. Pemiliknya ya Cak Wit sendiri. Dari penuturan istrinya, warung ini sudah mulai berjualan dari tahun 1989 hingga sekarang, 20 tahun bo! Berkat ketekunan, kerja keras dan kesabaran, kini Cak Wit dan istrinya tidak perlu lagi berjualan di kaki lima karena mereka sudah mampu menyewa sebuah kios kecil yang tidak jauh dari lokasi berjualan sebelumnya. Ya, masih di pertigaan jalan Margonda Raya dan jalan Kapuk juga.

Sewaktu masih di kaki lima, warung Cak Wit ini menyajikan menu standar berupa nasi Uduk, Pecal lele/ayam goreng, ayam bakar, tahu/tempe goreng, dan soto ayam/sapi/babat. Dan menu ini bertahan lama hingga, setidaknya, 2005. Kini, ragam menunya merambah ke mi/kwe tiau goreng, nasi goreng ayam/kambing, dan bebek goreng. Khusus buat ayam dan bebek, ada pilihan ayam goreng kremes dan saus asam manis. Selain itu, ada pula hidangan ikan mas goreng/pepes/dan bakar.

Buat citarasa, makanan di tempat ini termasuk enak. Ayam gorengnya, goreng biasa dan kremes, dimasak bagus dan tidak terlalu kering. Dagingnya juga enak. Buat yang versi kremes, saya rasa kremesnya tidak segaring kremes seperti ayam Kalasan. Sedang buat ayam bakar, kuah kecap lebih mendominasi daripada bumbu ayam bakarnya. Hidangan lele di warung ini termasuk standar untuk lidah saya. Nasi goreng termasuk enak, apalagi yang nasi goreng kambing. Pilihan daging kambingnya bagus karena empuk dan tidak alot. Saya belum mencoba menu ikan mas tapi bebek gorengnya enak, bumbunya enak dan terasa di lidah.

Harga makanan di tempat warung Cak Wit termasuk murah. Kisaran harganya dimulai dari sepuluh ribu rupiah hingga dua puluh ribu rupiah. Ayam dan lele goreng biasa dihargai Rp8.000,- Buat yang pesan menu kremes harus membayar lebih mahal, Rp13.000,- Buat bebek, harganya lebih mahal dari ayam, paling tinggi Rp18.000,00. Menu mi/kwe tiau/bihun termasuk murah, sepuluh ribu hingga dubelas ribu rupiah. Dengan harga per porsi yang murah, tidaklah mengherankan jika tempat makan ini sering dikunjungi mahasiswa-mahasiswa yang kuliah di Universitas Gunadarma kampus Margonda, selain oleh orang-orang umum.

Waktu masih berjualan di kaki lima, warung Cak Wit ini cuma buka malam hari. Sekarang, Cak Wit sudah mulai melayani pengunjung mulai dari jam 10 pagi hingga malam hari. Ini semua bisa terjadi karena dia sudah mampu mengontrak lahan khusus untuk restorannya. Jika Anda sedang berada di sekitar jalan Margonda Raya, tidak jauh dari Universitas Gunadarma kampus Margonda, tempat ini layak dikunjungi saat perut sedang lapar. Dan Anda tidak perlu khawatir apabila pengunjungnya ramai. Warung ini biasanya baru mendapat banyak tamu di jam makan siang saja. Apalagi yang ditunggu? Selamat bersantap, :)

Catatan: Sambal di warung Cak Wit mungkin terasa kurang pedas buat di lidah beberapa orang. Nasi gorengnya termasuk enak sedang mi gorengnya kurang mantap citarasanya. Sedang menu ayam bakarnya lebih mengandalkan kuah kecap daripada cita rasa bumbu bakar. Semoga ini bisa menjadi bahan peningkatan mutu di masa depan.


                         

Filed under  //   Depok   Indonesia   Margonda Raya   Pecel Ayma/Lele   seafood  
Posted November 4, 2009 by Todo Sibuea 
// 0 Comments

Warung Ketupat Sayur/Pical Padang Si Midun

Untuk sarapan pagi, warga Depok biasanya memilih satu dari tiga pilihan makanan yang dijual pada pagi hari. Selain bubur ayam dan nasi uduk, orang Depok terkadang menyantap Lontong Sayur Padang atau Lontong Pical. Di Depok, ada satu warung Lontong Sayur Padang yang populer. Namanya warung Lontong Sayur Si Midun, nama pemiliknya.

Menurut yang punya, Uda Midun, warung yang dimilikinya telah dimulai sekitar tujuh tahun yang lalu. Berkat lokasi yang strategis, di pertigaan paling sibuk sepanjang jalan Kemakmuran, warung Lontong Sayur Padang ini terlihat sering dikunjungi pembeli. Dari perkiraan saya, Uda mestinya bisa menyajikan lebih dari 30 piring Lontong Sayur Padang setiap harinya.

Menu di tempat ini sederhana saja: Ketupat Sayur Padang, Ketupat Pical, dan Bubur Kampiun (khusus hari Sabtu dan Minggu saja). Ketupat sayur-nya enak, cita rasa khas Padang. Ini sebetulnya tidak jauh berbeda dengan Lontong Sayur yang biasa ditemui sehari-hari. Bedanya, ketupat sayur Padang memakai sayur nangka, daun singkong dan kuah gulai Padang yang khas. Gulainya sendiri tidak terlalu pedas, jadi aman di lambung pada pagi hari. Kalau mau lebih pedas, pembeli bisa menambahkan sendiri dengan sambal yang sudah disediakan di meja makan. Yang saya suku justru Ketupat Pical-nya. Pical ini tidak ada bedanya dengan pecal khas Jawa. Yang unik, selain memakai sayuran seperti singkong dan tauge, Pical Padang ini juga memakai mi. Ini pertama kalinya saya tahu ada pecal dengan mi. Sedang bubur kampiun termasuk enak karena tidak pelit dengan kuah gula merahnya. Di dalam buburnya sendiri ada juga potongan pisang serta biji salak.

Buat harga, makanan di tempat ini termasuk murah. Seporsi lontong sayur Padang atau Lontong Pical dihargai Rp7000,-. Bubur kampiun juga memilki harga yang sama pula. Sedangkan minum, untuk teh tawar gratis sedang teh manis hanya seribu rupiah saja. Murah bukan? Masih ada suguhan lainnya juga. Jika Anda sedang makan di tempat, di sebuah meja terdapat dua keranjan plastik dimana terhidang dua jenis gorengan, Bakwan dan Risol Bihun dengan harga satuan seribu rupiah saja.

Jadi, kalau Anda sedang berada di sekitar jalan Kemakmuran, tidak ada salahnya untuk mengunjungi warung Lontong Sayur Padang yang satu ini. Rasanya enak dan harganya murah pula. Oh ya, kalau Anda membeli makanan di warung ini untuk dibawa pulang, sebaiknya Anda meminta agar sambalnya ditaruh ditempat terpisah. Soalnya, sambalnya termasuk pedas. Dari Margonda Raya, warung ini bisa dijangkau dari dua arah, Jalan Juanda atau Jalan Tole Iskandar. Buka dari jam 6 pagi hingga 12 siang, Anda bisa mampir untuk sarapan atau sekedar makan biasa. Tapi, untuk hari Sabtu dan Minggu, pembelinya banyak sekali. Anda bisa terpaksa mengantri untuk sepiring ketupat sayur saja. Selamat datang dan selamat menikmati, :)

 

Denah dari lokasi warung ini terdapat di:

<br /><small>View Pesona Kuliner Depok in a larger map</small>

               

Filed under  //   Depok   Depok II   Indonesia   Ketupat Pical   Ketupat Sayur   Masakan Padang   Sarapan  
Posted November 1, 2009 by Todo Sibuea 
// 1 Comment

RM Chinese Food dan Sate Kambing Muda (SKM) Bu Hj. Mufty

Dari sekian banyak restoran masakan Cina di Depok, ada satu restoran yang usianya masih muda namun cukup populer. Namanya adalah Restoran Chinese Food dan Sate Kambing Muda (SKM). Pemilik restoran ini adalah Ibu Hj. Mufty. Restoran ini berdiri dari tahun 2008 dan awalnya adalah restoran sate kambing muda (SKM). Setelah enam bulan membuka usaha, Ibu Mufty memberanikan diri memperluas usaha menjadi Chinese Food dengan mengusung “Masakan Cina yang halal”. Bu Mufty berani bilang halal karena hidangan yang disajikan sama sekali tidak memakai daging babi atau daging haram lainnya serta masakannya sendiri dibuat oleh koki profesional yang pernah bekerja di Arab. Dari cara sang koki memasak, saya sependapat dengan pernyataan di spanduk.


Restoran yang baru berdiri ini terletak tidak jauh dari Markas Komando Brimob, tepatnya sebelum gerbang masuk utama. Jika Anda berkendara ke arah MaKo Brimob, restoran ini terletak di sebelah kiri jalan, sesudah sebuah komplek ruko. Dari pinggir jalan, rumah makan ini sudah bisa dikenali lewat spanduk-spanduk besar berwarna kuning menyala. Meski rumah makan ini masih terhitung baru, Ibu Mufty rupanya tidak setengah-setengah dalam mengelolanya. Ruang makan yang dimiliki restoaran ini termasuk besar, padahal pengunjungnya setiap hari tidak terlalu banyak. Nampaknya, Ibu Mufty menganut konsep berpikir besar dalam hal ini.


Untuk menu, rumah makan ini secara umum sama dengan Restoran 99 sekalipun. Akan tetapi, restoran ini memiliki variasi sajian yang buaaannnyak sekali. Berlebihan? Tidak. Untuk satu menu, restoran ini menyajikan hingga lima varian. Contoh, Fu Yung Hai memiliki empat isi--ayam, kepiting, udang dan ikan. Sayur cah punya dua macam, yang direbus biasa dan hot plate (disajikan di piring panas). Nasi goreng-nya bermacam-macam, begitu pula dengan Kwe Tiau, mi goreng, mi rebus, dll. Di luar masakan Cina, ada juga sate kambing dan ayam, bisa dibeli per porsi atau kiloan. Pecel ayam/ lele, ayam goreng/bakar, pangsit goreng dan seterusnya adalah sajian lainnya di tempat makan ini. Bisa dibilang, restoran ini seperti one stop shopping. Sebagai bukti dari banyaknya jenis makanan yang dijual, buku menu-nya terdiri dari lima halaman. Tiba-tiba saja saya teringat dengan restoran serupa di daerah Fatmawati, RM Indogaya Rasa.


Dari segi citarasa, masakannya terbilang enak. Hanya saja, buat mereka yang sudah veteran dalam hal masakan Cina, tetap terasa sebuah perbedaan. Daging yang dipakai dalam masakan Cina di restoran ini hanyalah ayam, sapi, dan masakan laut, seafood. Minyak yang dipakai dalam masakannya pun halal. Untuk Mi dan Kwe Tiau, rasanya enak. Fu Yung Hai, Cap Cay, Sup Ayam Jamur, serta Jamur Tepung Goreng (Chrisfe) juga enak.


Untuk harga, wah, bervariasi sekali namun tetap murah, mulai dari harga 5000 sampai 30.000 ada. Buat menu ringan seperti aneka Mi, Kwe Tiau, Bihun, atau Nasi Goreng, harga dimulai dari Rp7000-Rp20.000. Untuk menu sayuran seperti Cap Cay, Cah Kangkung, dan lainnya ada diantara sepuluh ribu hingga dua puluh ribu rupiah. Khusus untuk sayuran yang dihidangkan di hot plate, harganya di atas Rp20.000. Sate satu porsi harganya dimulai dari Rp10.000, tentunya tergantung jenis daging--ayam atau kambing--dan jumlah tusuk sate yang dipesan. Yang penting, harga makanan di restoran ini secara umum ramah di kantong.


Seandainya Anda sedang berada di daerah Kelapa Dua, sekitar MaKo Brimob, restoran ini pantas untuk dikunjungi apabila Anda sedang ingin makan masakan Cina. Dan jika Anda ingin menjamu banyak orang, ruang restoran Ibu Mufty mampu mengakomodasi kebutuhan Anda. Sekali lagi, hidangan di restoran ini dijamin halal. Jadi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Jika Anda berkendara ke arah markas besar Brimob Kelapa Dua, restoran ini terletak sebelum gerbang utama komplek markas. Petunjuknya gampang saja. Restoran ini terletak di seberang SPBU Kelapa Dua dan memiliki penanda khas berupa spanduk besar berwarna kuning.

                           

Filed under  //   Aneka Sate   Cimanggis   Depok   Indonesia   Kelapa Dua   Masakan Cina  
Posted October 21, 2009 by Todo Sibuea 
// 0 Comments

Nasi Uduk 55

Warung Nasi Uduk dan Pecel Lele/Ayam adalah tempat makan yang paling banyak tersebar sepanjang jalan Margonda Raya. Salah satu warung nasi Uduk yang sudah lama berjualan adalah Nasi Uduk 55. Tempat ini istimewa karena sudah berdiri selama satu dekade lebih, luar biasa. Buat orang yang sudah lama di Depok, warung ini dulunya berdiri di tempat yang sekarang menjadi jalan Juanda. Jadi, warung tersebut berada di sebelah kiri jalan Margonda Raya, dari arah Jakarta. Karena tempat lama sudah menjadi jalan raya, kini Nasi Uduk 55 pindah ke sebelah kanan Margonda Raya, dari Jakarta.


Menu yang terdapat di warung ini sederhana saja: ayam goreng/bakar, lele goreng, tahu/tempe goreng, sate usus/ati/ampela goreng dan seafood. Khusus seafood, menunya terbatas. Buat nasi, pembeli bisa memilih nasi Uduk atau putih. Yang membedakannya dari warung lain, tempat ini sama sekali tidak menyediakan menu soto. Jadi, penggemar soto harus mencarinya di tempat lain. Bicara soal rasa, masakan di Nasi Uduk 55 termasuk standar. Mutu masakannya sendiri termasuk bagus. Daging ayam dan lele yang disajikan termasuk baik dan segar. Sambal yang disuguhkan bisa dibilang jantan, pedasnya menyengat. Yang membuat sambalnya demikian pedas adalah campuran cabe rawit di dalamnya. Sedang nasi uduknya enak tanpa sebuah keistimewaan tertentu.


Harga makanan di warung ini juga murah. Ayam goreng dihargai 7000 rupiah sedang bakar 8 ribu rupiah. Harga menu lele goreng lebih murah seribu rupiah dengan ayam goreng. Sedangkan harga sate ati/ample/usus adalah seribu rupiah per tusuk. Nasi uduknya seporsi ditebus Rp2000,-. Untuk minum terdapat pilihan biasa seperti air tawar, teh manis, dan es jeruk. Semuanya dengan harga dua ribu rupiah saja. 


Warung ini buka dari jam 6 sore hingga jam 12 malam, tergantung persediaan makanan tentunya. Seandainya Anda sedang berada di jalan Margonda Raya pada malam hari, khususnya sekitar pertigaan jalan Juanda, Anda bisa menyambangi warung ini untuk bersantap malam. Jangan terkecoh oleh penampilan luarnya yang terkesan agak kotor, karena bagian dalam warung justru bersih dan rapih. Pengunjungnya saja banyak setiap malamnya. Waktu tunggu di warung ini juga terbilang pendek karena juru masaknya cekatan dalam mempersiapkan makanan dan memasaknya. Mungkin ini yang membuat warung ini sering dikunjungi orang. Namun, bila Anda memesan menu yang dibakar, Anda perlu menunggu agak lama. 


Tertarik? Jika Anda berada di Margonda Raya, melajulah ke arah pertigaan Juanda, supir bus/angkot tahu betul tempatnya. Seandainya Anda memakai kendaraan pribadi, cari saja pertigaan yang memiliki lampu lalu lintas yang dengan alat pengukur waktu, timer. Penanda paling jelas dari pertigaan Juanda adalah sebuah toko elektronik yang memajang banyak unit AC di etalasenya. Selamat menikmati, :)

                 

Filed under  //   Depok   Indonesia   Margonda Raya   Warung Nasi Uduk  
Posted October 13, 2009 by Todo Sibuea 
// 0 Comments

Bubur Ayam Arroma Moga

Lagi tentang bubur ayam. Kali ini adalah giliran kios bubur ayam kecil di daerah Kelapa Dua. Tempat ini tidak jauh dari perempatan jalan Akses UI dan jalan Prof. Lafran Pane. Kalau Anda datang dari arah UI atau Lenteng Agung, kios ini berada di pinggir kanan jalan raya, sesudah perempatan jalan. Penanda kios bubur ayam ini adalah kumpulan motor-motor yang dimiliki oleh para tukang ojek. Saya tidak tahu siapa yang memiliki tempat ini, yang pasti tempat makan sederhana ini dikelola oleh tiga orang anak muda yang kelihatannya bersaudara.

 

Warung bubur Arroma tidak selalu ramai sepanjang harinya. Meskipun begitu, tempat ini buka dari pagi hingga malam, jam 6 pagi hingga 11 malam. Ini yang menjadi kelebihan yang tidak dimiliki penjual bubur lain di Kelapa Dua. Jadi, siapapun yang ingin makan bubur di daerah sekitar kampus Gunadarma Kelapa Dua bisa mengunjungi tempat ini baik pada pagi, siang ataupun malam hari. Selain menyajikan bubur ayam, kios ini juga menyediakan menu lain seperti Ketoprak, . Untuk minuman, pilihan yang standar adalah teh tawar, teh manis, dan minuman ringan seperti Teh Botol dan softdrink. Biarpun begitu, pembeli yang menginginkan minuman sehat dapat pula memesan jus buah. 

 

Rasa bubur di tempat ini termasuk enak. Bubur ini di tempat ini memakai racikan bumbu yang sederhana saja dengan tambahan kaldu tentunya. Sebagai pendamping, pembeli akan mendapatkan sepiring sate usus, ati, atau ampela. Sedangkan Ketoprak-nya memiliki rasa yang standar. Untuk tambahan rasa, konsumen bisa menambahkan kecap, sambal, atau kerupuk dari toples plastik yang tersedia di setiap meja. Sekedar melayani perut yang lapar, makanan di tempat ini sudah termasuk enak.

 

Bicara harga, menu-nya dijual dengan harga yang sangat bersahabat. Baik bubur ayam dan Ketoprak dihargai hanya 5.000 rupiah saja. Teh tawar gratis sedangkan teh manis ditebus dengan dua ribu rupiah. Harga ini memang murah lantaran lokasi tempat makan ini tidak jauh dari kedua komplek kampus Gunadarma Kelapa Dua yang setiap harinya ramai oleh kegiatan mahasiswa di sekitar perempatan jalan tersebut. Jadi, harga makanan yang dijual oleh warung ini harus bisa bersaing dengan warung-warung makan di sekitarnya, apalagi dengan variasi menu yang juga hanya sedikit.

 

Nah, kalau Anda sedang berada di sekitar Kelapa dua atau ada kegiatan di kampus Gunadarma Kelapa Dua, Anda dapat menyambangi warung ini apabila ingin makan makanan yang ringan. Warung ini juga menjadi pilihan ideal di musim hujan atau jika Anda sedang pilek dan ingin makanan hangat di siang maupun malam hari. Selamat menikmati, :)

 

Catatan: Rasa buburnya termasuk standar dengan kekurangan di rasa kaldunya. Dengan kuah kaldu yang banyak, ciatrasanya harus ada. Sayang, banyak kuah tapi kaldunya terasa agak tawar. Citarasa buburnya sendiri termasuk OK.  

           

Filed under  //   bubur ayam   Cimanggis   Depok   Indonesia   Kelapa Dua   Ketoprak  
Posted October 6, 2009 by Todo Sibuea 
// 0 Comments

Pemberitahuan Istirahat Libur Lebaran

Mulai hari ini dan untuk dua minggu ke depan, saya memutuskan untuk beristirahat. Alasanya karena saya ingin menikmati liburan panjang berkaitan dengan Hari Raya Lebaran yang sudah menjelang. Lagipula, buat apa saya terus menerbitkan artikel tentang tempat makan enak di Depok kalau para pemilik restorannya justru tutup dan pulang kampung.

Dalam kesempatan ini juga, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi para pembaca setia Pesona Kuliner Depok. Mohon maaf, lahir dan batin. Apabila ada kata-kata yang kurang berkenan muncul dalam tulisan saya, saya minta maaf dengan dengan segala kerendahan hati. Sampai jumpa dua minggu lagi. :)

Posted September 8, 2009 by Todo Sibuea 
// 0 Comments

Dieng Koffie

Bicara tentang minuman kopi, orang biasanya juga bicara tentang kafe. Di Depok, jumlah kafe yang orisinal bisa dibilang sedikit. Salah satu kafe asli dari Depok adalah Dieng Koffie yang sudah berdiri dari tahun 2007, jadi umurnya sekarang sudah dua tahun. Kedai kopi yang satu ini letaknya mudah dicari karena dia berada di dalam mal DeToS, lantai dua. Pemilik tempat ini adalah seorang pemuda bernama Dicky. Sebelum membuka bisnisnya di DeToS, dia sendiri memang dulunya berkecimpung dalam dunia perkopian. Dia sudah pernah bekerja di beberapa kafe terkenal di Jakarta dan terakhir bekerja sebagai konsultan khusus untuk urusan kopi: memilih jenis kopi dan melakukan pembelian. Sekarang, dia memilih untuk memulia bisinisnya sendiri berbekal pengalaman kerjanya dahulu. :)

Seperti namanya, kopi adalah sajian utama di tempat ini. Berbagai macam minuman kopi disajikan mulai dari yang panas hingga yang memakai es, ice blended. Sebagai pembeda dari kafe-kafe yang umum, biji kopi yang dipakai berasal dari daerah Dieng. Menarik bukan? Biasanya kafe menyajikan biji kopi dari daerah-daerah yang sudah terkenal seperti Sumatra atau Toraja. Minuman kopi yang dijual juga bukan hidangan standar seperti yang kita kenal selama ini. Selain Espresso, Cappucino, Caffe Latte, Dieng Koffie juga menyajikan beberapa jenis minuman yang merupakan kreasi sendiri, contohnya, Blackforest Iced Coffee, Drizzle Caramel Latte, Choco Mint, Tiramisu Iced Coffee, Affogato Coffee, dll. Selain kopi, ada pula hidangan ringan sebagai pendamping minuman. Sajian tersebut adalah muffin, sup Zuppa, pie, dan kue-kue ringan.

Mengingat lokasinya di daerah Depok yang mana pendudukanya bukan berasal dari kalangan menengah atas, Dieng Koffie menyajikan harga yang ramah dan bersahabat. Untuk kopi panas, harga yang disajikan berkisar pada 10 ribu hingga 13 ribu rupiah. Sedangkan kopi jenis ice blended dijual pada rentang 11 ribu hingga 15 ribu rupiah. Jelas toh, lebih murah daripada J.Co atau Gloria Jeans sekalipun. Dengan cara ini, orang Depok yang senang menikmati kopi bermutu memiliki alternatif tempat ngopi selain di kafe-kafe mahal.

Bicara soal citarasa, minuman kopi dari Dieng Koffie memiliki rasa yang enak sekali. Kopi Dieng ternyata tidak kalah dari kopi Sumatra atau Toraja. Pelayanan dan penyajian di kafe ini termasuk baik. Pelayannya ramah dan mau memberikan keterangan bagi konsumen yang mengajukan pertanyaan. Bahkan Bung Dicky sendiri kadang hadir sebagai barista dan kasir untuk melayani para pembeli. Keprofesionalan dari kafe ini juga terlihat dari alat-alat untuk membuat kopi yang terlihat lengkap dan tidak berbeda dari peralatan yang dimiliki Starbucks sekalipun. Pendek kata, walau harga murah, tempat ini dikelola dengan sangat profesional. Ini semua tentunya berkat pengalaman kerja Bung Dicky di kafe-kafe terkenal.

Dalam sebuah kunjungan, saya mendapat kesempatan berharga untuk berbicara panjang lebar dengan Bung Dicky sendiri. Dari penuturannya, saya mengetahui bahwa kafe Dieng Koffie ini adalah semacam proyek idealis. Setelah bekerja bertahun-tahun di beberapa kafe terkenal di Jakarta, Dicky memiliki impian untuk membuat kafe dengan citarasa lokal dan membumi. Dia mengatakan bahwa kopi Indonesia tidak kalah dengan kopi luar negeri. Kopi Indonesia pun juga bukan cuma dari Sumatra atau Toraja saja. Mungkin ini yang membuat dia memilih untuk mengangkat kopi Dieng sebagai sajian utama di kedainya. Selain itu, dia mendirikan Dieng Koffie dengan membawa misi untuk mendidik orang Depok bahwa kopi bermutu tidak selalu identik dengan kafe mapan seperti Starbucks atau Coffee Bean. Selama bahan baku kopinya bagus, peracikannya baik, dan penyajiannya rapih, kedai kopi lokal pun bisa bersaing dengan nama-nama mapan dalam bisnis kedai kopi.

Apakah Anda ingin mencoba kafe lokal di daerah Depok? Jika Anda sedang berada di sekitar mal Margo City, DeToS, atau Gramedia Depok, langkahkan kaki Anda menuju pujasera (Food Court) di lantai 2 DeToS. Anda tinggal mencari papan nama Dieng Koffie atau bertanya pada petugas pujasera yang ada di sekitar Anda. Tempatnya memiliki rancangan yang artistik dengan banyak sentuhan kayu. Dan jika Anda bertemu langsung dengan Bung Dicky, itu akan menjadi kesempatan baik karena dia tidak akan bosan menjawab pertanyaan Anda seputar kopi. Selamat menikmati, :)

                 

Filed under  //   Depok   DeToS   Dieng Koffie   Indonesia   Kafe   Margonda Raya  
Posted September 8, 2009 by Todo Sibuea 
// 1 Comment