11 · 11

Gian Pizza

Pizza, hmmmm, spaghetti, emmmmm, siapa yang tidak kenal hidangan khas
dari Italia ini. Sejak diperkenalkan kepada khalayak Indonesia di
tahun 80'an, pizza dan pasta sudah menjadi makanan yang akrab di lidah
masyarakat Indonesia. Jika dulu hidangan ini hanya menjadi monopoli
sebuah rantai restoran dari AS, kini sudah banyak bermunculan pizza
hasil kreasi restoran lokal Indonesia. Khusus untuk daerah Depok, ada
sebuah restoran lokal tersohor yang mengambil kekhususan dalam membuat
dan menyajikan menu negeri daerah mediterania ini. Inilah Gian Pizza
yang mendiami sebuah tempat di pinggir jalan Arif Rahman Hakim
semenjak 2004 dan sudah memiliki cabang di sekitar kota Depok,
Cibubur, dan Jakarta. Di Depok, Gian Pizza dikenal oleh citarasa
masakannya yang enak dan harga yang ramah.

Seperti restoran Pizza lainnya, menu di Gian Pizza terdiri dari pizza,
pasta, salad, dan hidangan pendamping. Untuk menu pizza, ragam
pilihannya tediri tidak kurang dari 10 jenis. Yang unik, Gian Pizza
mengkategorikan menu pizza berdasarkan rasa dan simbolisasi negara.
Misalnya, pizza Kanada mengandung banyak daging (mungkin sebagai
simbol orang barat), pizza Annesti (Italia) menggunakan banyak
pepperoni, jamur, dan sedikit daging sapi, pizza Jerman kaya akan
potongan sosis sapi dan ayam (mengikuti kuliner wurst), rasa Singapura
dan Taiwan mencampurkan irisan ayam pedas, daging sapi, udang, dan
tuna (karena orang Cina suka Seafood), dan masih banyak lainnya. Untuk
hidangan pasta, menunya hanya spaghetti dan lasagna saja. Yang agak
berbeda, restoran ini menyajikan menu submarine, sebuah roti panjang
yang diberi isi seperti pizza; lengkap dengan daging, keju mozarella,
dan paprika. Karena rotinya yang panjang, submarine bisa menjadi
hidangan untuk 2-3 orang. Kalau makan sendiri, dijamin kenyaaaang. :)
Kalau mau makan menu sayur atau buah, Anda bisa memilih antara salad
Caesar dan salad buah dengan porsi besar, pas untuk dua orang.

Dalam hal rasa, menu Gian Pizza termasuk enak nan lezat. Meski harga
per sajian lebih murah dari restoran, citarasanya termasuk bersaing.
Kita mulai dari pizza, yang roti-nya empuk meski tebal. Kejunya
mozarella yang dipakai untuk pizza dan submarine sangat terasa sekali
dan enak. Khusus yang satu ini, Gian Pizza termasuk royal dalam
menggunakan keju mozarella, berbeda dengan restoran pizza biasa. Juru
masak Gian pizza menaruh lapisan keju tebal di atas pizza dan
submarine dan kita akan merasakannya saat mengunyah pizza dan
submarine Gian. Rasa topping pizza-nya juga bagus; daging ayam,sapi,
sosis, udang, tuna, dan lainnya adalah pilihan dan dimasak dengan
bagus. Dan, seperti yang diiklankan oleh Gian, pizza buatan mereka
memang tidak mengandung minyak sehingga tidak akan meninggalkan bekas
di tangan ataupun di lidah. Sajian pasta-nya lumayan. Sedang saladnya
terasa segar karena menggunakah bahan-bahan yang bagus. Saus mayonaise
yang dipakai dalam salad juga bagus.

Harga menu masakan di Gian Pizza adalah daya tarik kedua sesudah
citarasa. Karena restoran ini berlokasi di pinggiran Jakarta, harga
per sajian disesuaikan dengan keadaan konsumen kota Depok dimana harga
sajiannya termasuk murah dengan tambahan ekstra bagi konsumen. Dimulai
dari pizza, harga dimulai dari Rp110.000 (besar), Rp90.000 (sedang),
hingga Rp50.000 (kecil). Untuk pembelian jumlah tertentu, contohnya,
beli pizza besar 2 loyang akan mendapat spaghetti/salad buah gratis.
Tentunya ini berlaku dalam masa promosi saja. Untuk roti sub, ukuran
kecil: Rp25.000 sedang ukuran besar:Rp35.000. Salad dan spaghetti
berkisar di Rp20.000-an.

Dengan segala kelebihannya, mudah untuk dipahami mengapa Gian Pizza
kini sudah memiliki 11 cabang di banyak tempat, di sekitar Depok dan,
bahkan, Jakarta. Ketika di masa awal, pizza dari Gian masih belum
sebagus sekarang. Lewat masukan dari konsumen, Gian berhasil
memperbaiki citarasa masakan mereka hingga sesuai dengan selera banyak
orang. Usulan peningkatan lain yang diperlukan adalah untuk membuat
roti pizza yang lebih empuk sehingga mudah disantap meski telah
dingin. Menu pasta juga perlu dibuat lebih baik. Misalnya, saus tomat
untuk spaghetti dan lasagna haruslah dibuat dengan bahan terbaru agar
citarasa sajiannya tetap terjaga.

Jadilah kini Gian Pizza sebagai salah satu ikon kota Depok dalam hal
sajian pizza yang bermutu. Di hari biasa, restoran Gian Pizza tidak
terlalu ramai, namun di akhir pekan, Anda bisa menjumpai banyak
pengunjung. Dari segi tempat, restoran Gian Pizza di jalan Nusantara
termasuk nyaman untuk pengunjung keluarga atau pasangan. Selamat
bersantap, :)

<br /><small>View Pesona Kuliner Depok in a larger map</small>


08 · 18

D'Goese Burger

Img_7391

Sudah 5 tahun belakangan ini, burger dengan saus panggang menjadi jajanan menarik bagi masyarakat Indonesia. Dimulai dari ide brilian seorang wirausahawan Jakarta, menu burger daging sapi dengan saus panggang menuai sambutan baik dari konsumen dan pengusaha kuliner lainnya, tidak terkecuali pedagang kuliner di Depok. Maka sebuah tempat makan dengan menu baru ini pun berdiri dengan nama Kedai Burger Bakar D'Goes, berlokasi di tempat yang sama dengan restoran masakan Jepang Sami Moro, persis di pinggir jalan Margonda Raya.

 

Setelah dua tahun berlalu, saya kembali lagi ke restoran kecil nan tenang, kontras dengan suasana jalan Margonda Raya yang hiruk pikuk. Berlokasi di tempat yang sama dengan Sami Moro (kemungkinan besar pemiliknya juga orang yang sama), D'Goese hanya menyajikan menu masakan barat. Sesuai dengan nama restoran, menu utama adalah burger bakar dengan pilihan rasa keju, daging keju, daging sapi, daging ayam atau burger istimewa, double decker. Tentunya, sajian burger tidak sendirian karena ditemani juga oleh sajian hot dog biasa dan dengan keju. Menu lainnya adalah aneka pasta seperti spaghetti dan fetucinni carbonara serta makaroni keju dengan saus carbonara. Untuk pilihan sajian daging, seperti menu ayam/sapi saus lada hitam. Jika mencari yang ringan, ada menu sup Zuppa, kentang isi spaghetti dan french fries.

 

Secara umum, citarasa masakan di D'Goese termasuk enak. Dengan ukuran restoran yang kecil, D'Goese lebih bisa berkonsentrasi dalam membuat masakan yang enak untuk selera masyarakat kota Depok. Burger racikan rumah makan kecil ini enak dan mutu daging ham yang dipakai termasuk bagus. Saya menyukai menu burger special (dua tingkat) dengan daging yang tebal. Uniknya, daging ham tebal ini terbuat dari daging giling yang dicetak menyerupai daging ham tebal. Walhasil, saat digigit, hamnya terasa empuk dan lembut ketika dikunyah. Untuk menu hot dog, rasanya cukup lezat dengan sosis yang cukup padat. Malah saya rasa lebih enak dari burger karena saus panggangnya lebih terasa dan berpadu pas dengan daging sosis plus saus mayonaise. Sedangkan spaghetti racikan D'Goese sudah sama enaknya dengan spaghetti di restoran mal. Contohnya, spaghetti carbonara dan makaroni keju yang sausnya terasa enak di lidah, apalagi lelehan kejunya yang kuat di makaroni. Yummm, :)

 

Dari segi harga, D'Goese berupaya untuk memberikan harga yang ramah bagi konsumen dari Depok. Tentunya, harga menu ditentukan oleh apa yang dipesan. Untuk sajian burger, harganya ditentukan dari isinya. Secara umum, sajian burger berkisar pada Rp9.000 (burger daging sapi biasa) - Rp16.000 (burger istimewa, dua tingkat). Pilihan menu spaghetti harganya dimulai dari Rp12.000 (makaroni keju) hingga Rp15.000 (spaghetti carbonarra). Pastinya, tambahan keju meningkatkan harga. Hanya saja, harga yang murah ini berarti porsinya pun tidak besar. Sedang hotdog harga per porsi diantara Rp9.000 hingga Rp15.000.

 

Secara umum, restoran D'Goese termasuk enak untuk tempat bersantap. Akan tetapi ada juga kekurangan yang perlu diperbaiki. Dari pengalaman saya, tidak semua sajian di daftar menu tersedia. Alasan ketidak tersediaannya karena bahan makanannya habis atau memang sudah dicoret, karena tidak ada yang memesannya lagi. Untuk hal tersebut, sebaiknya sajian yang memang tidak disajikan lagi dihapus saja dan D'Goese mencetak menu baru lagi. Selain itu, D'Goese perlu juga menciptakan sajian baru (i.e.: burger dengan daging ikan, spaghetti dengan saus teriyaki, fish and chips) untuk menggairahkan minat konsumen dan mampu bersaing dengan restoran di seberangnya. Terakhir, saya berharap agar burger dengan daging bakar diberi saus barbecue lebih banyak agar lebih juicy.

 

Itulah ulasan saya tentang Kedai Burger Bakar D'Goese yang sayangnya mulai mengalami penurunan pamor semenjak sebuah restoran waralaba Jakarta buka di seberangnya dengan pilihan menu yang lebih menarik. Ini menyebabkan D'Goese sekarang menjadi sepi pengunjung. Untung, pemilik D'Goese masih memiliki Sami Moro yang menyajikan masakan Jepang. Biarpun begitu, saya percaya D'Goese bisa bersaing dan menjadi populer apabila bisa meningkatkan citarasa masakannya dan kreatif menciptakan menu baru. Dengan statusnya sebagai tempat makan kecil, juru masak D'Goese memiliki banyak waktu buat menciptakan menu baru dengan cara-cara yang belum pernah dilakukan. Siapa tahu, dari upaya coba-coba ini, D'Goese bisa mendapatkan kreasi kuliner baru yang tidak kalah dari restoran mapan lainnya.  Dari segi suasana, D'Goese termasuk enak untuk dikunjungi oleh tamu berpasangan, berkelompok ataupun keluarga. Suasananya yang bersahaja dan teduh, karena taman hijau di sekelilingnya, membuat kita merasa seperti bersantap di halaman rumah yang asri. Menyenangkan bukan bila menghabiskan waktu bersama teman atau orang terkasih di restoran ini. Jadi, apakah lidah Anda merindukan masakan Jepang atau Barat? Langkahkan saja kaki ke D'Goese di Jalan Margonda Raya, di seberang rumah susun Margonda Residence. Selamat bersantap, :)

 

Img_8358

 

<br /><small>View Pesona Kuliner Depok in a larger map</small>


05 · 28

Bakmi Ayam Bangka Margonda

Img_8048
Bakmi sudah menjadi salah satu varian makanan yang umum di Depok lantaran sajian warisan etnis Tionghoa ini termasuk paling mudah ditemui. Yang membuat bakmi populer adalah kemudahan dalam memasaknya dan cita rasanya yang cocok di lidah banyak orang. Salah satu bakmi yang sedang populer di Depok adalah bakmi Bangka. Di Depok, ada 3 tempat makan bakmi Bangka yang populer dan pada tulisan ini saya mengangkat satu tempat yang belakangan ini sedang naik daun, Bakmi Bangka Margonda.

 

Seperti judulnya, warung bakmi ini menyediakan bakmi Bangka. Sebetulnya, mi yang disajikan sama saja dengan mi ayam pada umumnya dengan perbedaan di rasa kuahnya yang khas, manis dan sedikit asin. Meski menunya sebatas mi ayam, pembeli dapat memesan menu sampingan seperti bakso dan pangsit. Jika mau komplit, pembeli bisa juga meminta pangsit. Supaya makannya renyah, sang juru masak biasanya akan menawarkan pilihan sayur toge dan krupuk pangsit. Sebaiknya, Anda jangan melewatkan tawaran ini karena memang mi dengan toge menjadi renyah.

 

Dan rasa dari bakmi Bangka ini sangat enak. Memang, bakminya cuma satu jenis tetapi rasanya lezat sekali. Yang unik adalah cara bakmi ini disiapkan oleh sang juru masak. Biasanya, bakmi dimasak dan bumbunya: kecap, minyak sayur, dan penyedap: dicampur dalam mangkuk penyaji. Sesudah masak, mi dicampur dengan bumbu yang sudah dicampur dan setelah itu diberi sedikit kuah. Di bakmi Bangka ini; kecap, minyak sayur, dan penyedap dicampur dalam panci tersendiri; dan dicampurkan dengan mi yang sudah masak. Sesudah mi dan bumbu tercampur, barulah mi dimasukan ke mangkuk saji yang tersedia. Setelah itu, baru mi diberi semur daging ayam cincang, bakso dan pangsit. Unik bukan, :)

 

Harga semangkuk bakmi tidak mahal, cuma Rp7000,-. Kalau dapat tambahan bakso, harganya jadi Rp9.000,- dan nambah lagi bila Anda minta pangsit.

 

Bakmi Bangka Margonda Raya adalah penjual bakmi yang belum lagi setahun berdagang. Lokasinya berada di depan sebuah warung, persis di seberang RM Jepang Sami Moro. Menuru sang juru masak, bakmi Bangka ini merupakan cabang dari restoran bakmi yang sama di simpangan Depok. Biar baru setahun berjualan, pembeli bakmi sudah banyak yang datang dan bahkan menjadi pelanggan tetap. Jadi, kalau Anda baru datang ke Depok dan mau makan mi, silahkan bertandang ke tempat bakmi Bangka Margonda Raya. Lokasinya persis dekat restoran burger terkenal cabang Tebet, depan sebuah toko kecil. Selamat bersantap, :)

 

Oh ya, kalau Anda pesan, sebaiknya minta agar lada tidak banyak ditabur (untuk yang sensitif dengan lada).

 

Untuk sajian bakmi lainnya, tempat makan berikut ini mungkin bisa memuaskan selera Anda.

 

Bakmi Gajah Mungkur

Bakmi Ayam Jamur Madina

Bakmi Ayam Jamur Aisy

Bakmi Tugu

Bakmi Buncit

Bakmi Berkat

Bakmi Margonda

 

 

<br /><small>View Pesona Kuliner Depok in a larger map</small>


-- 

Todo F. Sibuea

04 · 29

Soto Betawi Tulen


Dari semua jenis kuliner yang pernah saya tulis, soto yang jarang mendapatkan ulasan dari saya. Sebenarnya sih, hidangan yang seperti ini termasuk banyak di Depok. Hanya saja, mencari tempat makan yang menyediakan soto dengan enak dan berbeda yang sulit. Pada kesempatan ini, saya angkat sebuah rumah makan penyaji soto khas Betawi yang legendaris. Saya tidak tahu kapan persisnya warung soto ini dimulai, yang pasti tempat ini sudah ada sebelum mal-mal berjamuran di Depok. Dengan usia yang begitu panjang, warung soto ini dapat bertahan karena memiliki makanan yang citarasanya lezat dan layanan yang bagus. Berkat ketenarannya, warung ini sudah memiliki banyak pelanggan tetap, termasuk di dalamnya orang terkenal seperti A. Rafiq, Rhoma Irama, dll. Bahkan awak rumah produksi yang sering melakukan syuting sinetron di daerah Depok sering mampir dan menjajal ketulenan dari soto tradisional Betawi di Margonda ini.

 

Warung ini terletak di pinggir jalan Margonda Raya, bersisian dengan supermarket mebel Index Furniture. Tempat makan ini juga bersebelahan persis dengan RM Nasi Pecel Madiun. Letaknya yang strategis, menjadikan tempat ini mudah dijangkau oleh siapapun yang ingin mencicipi salah satu hidangan tradisional masyarakat Betawi yang terkenal dengan bumbu santannya.

 

Sesuai namanya, sajian utama di warung ini adalah Soto Betawi. Sotonya sendiri terdiri dari beberapa jenis seperti soto babat, soto kikil, soto iga, soto daging, dan tentu saja soto komplit. Menu lain yang siap buat dipesan adalah sate ayam dan kambing. Soal rasa, soto Betawi-nya memang benar-benar tulen enaknya. Sangat lezaaaat. Santan yang dipakainya khas tidak terlalu kental hingga menutupi rasa potongan daging dan sayurnya. Irisan dagingnya enak dan empuk. Apabila Anda bukan pengemar jeroan, sebaiknya Anda pesan menu soto daging. Makan tanpa minum jelas tidak nyaman. Sebagai pendamping, tamu bisa memesan the manis atau minuman ringan seperti Coca-Cola, Sprite, atau Teh Botol. Khusus untuk teh manis, saya menyukainya sekali karena aromanya yang wangi dan rasanya yang unik ketika dikecap dengan lidah. Mengenai satenya sendiri, sangat lezat. Daging ayam dan kambing yang dipakainya betul-betul pilihan, empuk dan segar, serta cara masaknya juga bagus. Jadi, warung ini memang layak menyandang predikat penyaji masakan Betawi tulen.

 

Meski rasa makanannya enak, harga di rumah makan ini termasuk mahal. Soto Betawi komplit harganya Rp25.000 sementara sate ayam 20 ribu. Sate kambing 25 ribu. Ditambah minuman dan kerupuk, harga totalnya bisa lebih dari 30 ribu rupiah. Walaupun begitu, harga yang dibayarkan memang pantas, sebanding dengan rasa masakannya yan wahid.

 

Warung soto Betawi tulen adalah tempat makan yang bagus untuk penggemar soto. Meski tempatnya terbilang sederhana, kelezatan menu yang disajikannya melebihi penampilannya. Tentunya, semua ini harus ditebus dengan harga yang layak pula. Jadi, keputusan akhirnya berpulang pada diri Anda sendiri. Yang pasti, mengunjungi Depok tanpa mencoba soto Betawi tulen akan menjadi perjalanan yang tidak lengkap. Seandainya Anda tertarik, silahkan datang ke Depok dan arahkan laju Anda ke Mall Depok, D'Mall. Begitu Anda melihat toko Ace Hardware dan Index Furniture, warung soto Betawi tulen sudah dekat. Supaya lebih jelas, silahkan lihat peta di bawah ini. Selamat bersanta, :)

 

Buat hidangan soto lainnya, coba kunjungi tempatnya di:

 

Soto Lamongan

Soto Ambengan Cak Ali

Soto Depot Jawa Timur

 

Untuk sajian sate, silahkan coba:

 

Sate R. Kumis

Sate Pak Min

Sate Padang "Suko Mananti"

Sate Padang "Berkat Doa Ibu"

<br /><small>View Pesona Kuliner Depok in a larger map</small>

04 · 01

Nasi Uduk Betawi Margonda Raya

Sarapan pagi di Indonesia tergantung pada dimana Anda berada. Di Depok, pilihannya cukup beragam: bubur, nasi uduk, ketupat/lontong sayur, mi instan rebus, roti, dan lainnya. Salah satu menu sarapan yang cukup umum dijumpai berada di salah satu tepi jalan Margonda Raya, Nasi Uduk Betawi.

 

Pemilik warung ini adalah seorang bapak bernama Pak Asmuni yang telah berjualan selama enam tahun di lokasi warungnya berdiam. Meski usia usahanya masih terbilang belia, warung ini sudah berhasil memikat banyak hati penikmat nasi uduk di daerah sekitar bank BCA Margonda dan D'Mall. Dan berkat promosi dari mulut ke mulut, pembeli nasi uduk dan lontong sayur berkembang hingga daerah di luar Depok 1.

 

Seperti halnya warung nasi uduk pada umumnya, warung Pak Asmuni menjual nasi uduk dan lontong sayur. Dalam pengalaman saya makan nasi uduk, nasi buatan bapak ini adalah yang paling enak, santannya terasa baik saat kita mengunyahnya. Beserta dengan nasi, Anda mendapatkan lauk standar seperi mi, orek tempe goreng, dan sambal kacang. Sebagai tambahan, Anda bisa memesan semur tahu dan telur dadar/rebus. Sedang lontong sayurnya terbilang lumayan enak, manis dan agak pedas, dengan kuah yang agak kental. Selain yang tersedia di gerobak, ada juga menu pendamping yang tersaji di meja makan: tempe, tahu, dan bakwan goreng. Biarpun sedikit pilihan menu sampingan, kesederhanaan menu ini membuat penikmat nasi uduk tidak direpotkan dengan banyaknya pilihan yang tersedia. 

 

Harga menu di warung Pak termasuk murah. Nasi uduk dengan telur dadar hanya lima ribu rupiah. Yang istimewa, dengan harga per porsi yang murah, porsi yang disajikan termasuk mencukupi kebutuhan perut. Sementara lontong sayur dijual dengan harga yang sama. Dengan tambahan menu seperti telur rebus dan semur tahu, harga menu bertambah 1000 rupiah. Menu gorengannya sendiri dihargai seribu rupiah per biji.

 

Begitulah tentang warung nasi uduk Betawi milik Pak Asmuni. Biarpun namanya terdengar Jawa, beliau mengaku dirinya adalah orang Betawi tulen. Tempat makan ini berlokasi sama dengan Bubur Ayam Enak, di pelataran parkir sebuah ruko yang bersebelahan dengan bank BCA Margonda Raya. Warung ini mulai berjualan dari jam 6 pagi hingga jam 10 siang. Ini karena, "Nasi uduk cocoknya di pagi dan sore hari", menurut Pak Asmuni. Kalau Anda lagi ada acara di Margonda Raya pada pagi hari dan belum sarapan, warung ini menjadi rekomendasi terbaik untuk sarapan nasi uduk. Jadi, apalgi yang Anda tunggu? Selamat bersantap, :)

Silahkan cari tahu tempat makan nasi uduk lainnya di:

<br /><small>View Pesona Kuliner Depok in a larger map</small>

Todo F. Sibuea

03 · 27

Permintaan Maaf

Stockxpertcom_id25994851_jpg_1

Halo pembaca super setia Pesona Kuliner Depok. Bagaimana kabarnya? Saya harap kita semua berada dalam kondisi yang terbaik dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi. 


Pembaca terhormat, sangat jelas sekali bila saya sudah jarang menyapa Anda sekalian dengan artikel terbaru dari dunia kuliner Depok. Biarpun begitu, Anda tetap setia mengikuti perkembangan blog ini dan merekomendasikan pada teman-teman Anda lainnya.


Yang akan saya tulis adalah jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang sudah lama berkecamuk di dalam benak para pembaca budiman: 


Mengapa Pesona Kuliner Depok hanya menerbitkan 1 artikel setiap bulannya semenjak awal tahun 2011? 


Jawabannya: Karena saya sedang sibuk bekerja di dua tempat untuk jangka waktu 1 tahun terakhir. Selama 6 bulan pertama saya masih mampu menjaga gawang PKD dengan menerbitan 2 artikel setiap bulannya. Akan tetapi, 6 bulan terakhir ini mulai menjadi berat karena pekerjaan di dua tempat ini sering membuat saya pulang malam, jam 8 atau jam 9, selama 5 hari dalam seminggu sehingga menghalangi saya melakukan petualangan kuliner dan menulis artikel secara tetap. Keletihan yang timbul dari kegiatan bekerja di dua tempat mendera saya sedemikian rupa hingga saya lebih memilih untuk langsung pulang ke rumah untuk beristirahat daripada jalan-jalan. Bahkan saya tidak sempat merayakan ulang tahun blog PKD tanggal 28 Februari kemarin. Akhir pekan sendiri menjadi peluang saya untuk beristirahat guna menggantikan waktu yang hilang di hari kerja.


Oleh karena itu, saya minta maaf kepada pembaca dan penggemar setia blog PKD karena saya telah membuat kalian menunggu terlalu lama untuk terbitnya satu artikel setiap bulan. Seharusnya, saya mengatakan ini di awal tahun 2011 kemarin. Sekali lagi, mohon maaf. 


Sebagai penawar hati, saya telah membuat fitur baru di blog yaitu Buku Tamu. Buku Tamu adalah tempat dimana Anda pengunjung blog dapat menuliskan kesan dan pesan terhadap blog PKD. Apa saja yang Anda tuliskan--pujian atau kritik--akan saya jadikan masukan berharga dalam meningkatkan blog ini dan mengangkat bisnis Usaha Kelas Menengah Depok dalam bidang kuliner. Sedang untuk penerbitan artikel, saya akan berusaha maksimal untuk bisa menerbitkan artikel setiap bulannya, biarpun hanya satu. Saya akan bekerja keras untuk itu. Saya minta doa restu dan dukungan dari pembaca setia blog PKD untuk hal ini. Terima kasih.


Salam,



:)


--
Todo F. Sibuea


02 · 25

Nasi Goreng Pak Jangkung

Nasi goreng lagi, makanan murah meriah yang istimewa kapan saja dan dimana saja. Agak jauh dari keramaian jalan Margonda Raya, daerah Kukusan persisnya, terdapat sebuah warung Nasi Goreng yang telah lama menjadi ciri khas tetap bagi orang-orang Kukusan. Inilah warung milik Pak Jangkung, yang memang aslinya bertubuh tinggi. Tidak seperti penjual nasi goreng lainnya, warung Pak Jangkung menempati lokasi tetap yang pas bersisian dengan jalan Kukusan. 


Warung Nasi Goreng khas Kukusan ini sudah dimulai dari tahun 1997. Disebut warung Pak Jangkung lantaran pemilik tempat makan ini memang jangkung. Saya tidak tahu nama asli Pak Jangkun namun bapak ini memang sedari dulu adalah penjual nasi goreng. Pertama kali, dia berjualan di daerah Kuningan sebelum kemudian pindah bersama keluarganya ke Kukusan, Depok. Ditempat barunya, ia mendirikan warung persis di pelataran teras rumahnya yang cukup luas dan persis berada di pinggir jalan. Perbedaannya hanya disitu saja karena, seperti penjual nasi goreng lainnya, warung Pak Jangkung buka mulai dari sore, jam 5 sore, hingga malam, setiap hari.


Menu yang tersaji di tempat ini tidak jauh berbeda dengan tempat makan nasi goreng lainnya. Selain nasi goreng, pengunjung bisa memesan mi goreng dan kwe tiau goreng. Yang mau makan berkuah bisa memesan mi rebus atau kwe tiau rebus. Tentu saja, menu nasi rebus tidak ada, :D. Sebagai topping nasi goreng, Anda akan mendapat pilihan daging ayam atau kambing sedangkan kwe tiau dan mi tersedia dalam pilihan goreng dan rebus.


Bicara rasa, saya kategorikan nasi gorengnya sebagai standar. Beras yang dipakai bagus, enak dikunyah, dan bumbu yang dipakai termasuk pedas. Bila Anda memiliki sensitifitas pada rasa pedas, Anda dapat minta agar bumbunya dikurangi supaya tidak terlalu pedas atau bisa pula minta tambahan kecap. Khusus buat nasi goreng kambing, mutu daging kambingnya termasuk jempolan, lembut dan enak dikunyah. Mie goreng yang saya coba termasuk bagus dan lezat, tentu saja dengan ciri khas pedasnya. 


Dari segi mutu layanan, warung Pak Jangkung termasuk bagus. Walau terkadang menunggu lama, saat banyak pengunjung, pesanan Anda selalu tersedia dalam waktu sebentar. Yang istimewa, warung nasi goreng ini mendiami tempat yang permanen sehingga dia memiliki ruang makan yang luas dan cukup untuk menampung 5 meja dan 7 bangku panjang. Dengan adanya atap, Anda tak perlu khawatir seandainya di luar sedang hujan. Meski mengambil lokasi di pinggir jalan, warung Pak Jangkung termasuk relatif bebas debu dan higienis.


Harga makanan di warung Pak Jangkung termasuk murah. Buat kwetiau dan mi goreng, Anda cuma perlu membayar Rp10.000. Sementara harga nasi gorengnya sendiri ditentukan oleh pemakaian daging, tentu yang daging kambing lebih mahal (Rp14.000).


Begitulah petualangan saya di daerah Kukusan kali ini. Sebuah warung nasi goreng tenar. Kalaupun ada kekurangan dari warung ini, saya katakan kekurangan tersebut adalah menu-nya yang saya rasa berminyak. Buat banyak pengunjung mungkin ini bukan gangguan, tetapi buat saya, kadar minyak di nasi dan mi goreng termasuk tajam di lidah. Saya sarankan agar kandungan minyaknya dikurangi karena mereka yang sensistif dengan minyak dalam makanan cenderung mengalami pusing. Nah, buat yang sedang jalan-jalan di Kukusan pada sore hari, warung nasi goreng Pak Jangkung layak menjadi tujuan bila Anda sedang mencari makanan yang tidak berat untuk perut dan kantong. Selamat bersantap.


Untuk liputan nasi goreng lainnya, baca pula:


Nasi Goreng Super

Nasi Goreng ala Warung Chinese Food

Nasi Goreng Kambing di Warung Sate Pak Min

Nasi Goreng Jepang ala Warung Sakura


<br /><small>View Pesona Kuliner Depok in a larger map</small>

01 · 28

Kedai Es Krim Al-Riez

Es krim, hmmmm, bayangan akan rasanya yang segar sudah membasahi tenggorokan dan menyejukan rongga mulut kala udara sedang panas. Apabila habis menjalani operasi di rongga mulut, es krim langsung menjadi obat terbaik untuk nuansa panas dan sakit. Setelah mengangkat gelato dari Depok, kini kita akan berkenalan dengan kedai es krim Al Riez. Sepengetahuan saya, ini adalah satu-satunya kedai es krim di Depok. 

 

Di tempat makan yang mengambil bentuk kafe ini, Al Riez mengandalkan es krim sebagai menu utamanya. Yang unik, es krim yang disajikan diklaim sebagai buatan sendiri, bukan membeli es krim bermerek yang siap jual di pasaran. Dari segi keragaman, es krim yang dibuat sepertinya hanya terbatas pada tiga rasa--coklat, stroberi, dan vanila. Hebatnya, Al-Riez mampu menyajikan ketiga rasa es krim ini dengan cara yang kreatif, bagaikan restoran kelas atas. Dari daftar menu, kita akan menjumpai Banana Split (es krim tiga rasa dengan pisang Sunpride yang dibelah dua dan ditaburi remahan kacang yang renyah), Brownies Sundae (es krim dengan potongan kecil kue brownies yang lembut dan manis), Avocado Sundae (es krim rasa coklat yang disajikan dengan kerokan buah alpukat, menghadirkan citarasa yang unik serta lezat), Van-Berry Sundae (es krim stroberi dengan irisan kecil buah stroberi, stik wafer vanila, siraman saus coklat dan taburan mesis  warna-warni). Semua hidangan ini terasa lezat dan menyejukan hati. Hmmmm...

 

Bagaimana dengan rasa? Wah, sangat enak. Meski es krimnya dibuat sendiri, rasanya menyamai es krim bermerek di supermarket. Manisnya pas dan teksturnya pas-tidak terlalu lembut ataupun agak keras. Cara penyajian yang kreatif dengan assortment seperti irisan buah, kacang, saus coklat, dan kue panekuk akan menggugah selera Anda ketika baru melihat buku menunya saja.

 

Dari segi harga, menu es krim di Al Riez berkisar pada harga Rp10.000 hingga Rp20.000. Untuk menu es krim dalam gelas, harganya termasuk rata-rata. Tapi, es krim dengan kue panekuk berkisar pada Rp20.000,-. Dari sudut pandang orang Depok, harga menu es krim Al Riez termasuk terjangkau bagi kebanyaka masyarakat Depok ataupun luar kota.

 

Satu hal yang saya sangat suka dari tempat makan ini adalah keberanian pemiliknya untuk membuka tempat makan khusus es krim, suatu hal yang jarang dilakukan pebisnis kuliner mengingat es krim bukanlah makanan yang langka, bahkan mudah dibeli di supermarket atau minimarket. Ini adalah suatu hal yang bagus dan memperkaya khasanah kuliner di kota Depok, sehingga tidak jauh berbeda dengan kuliner Jakarta. Kreatifitas penyajiannya juga menjadi pelajaran tersendiri bahwa es krim tiga rasa saja dapat menjadi istimewa dengan penyajian yang kreatif. Lagipula, klaim es krim buatan sendiri menjadi pembeda yang baik dan memiliki daya jual yang khusus.

 

Hanya saja, ada kekurangan yang perlu diperbaiki. Pertama, racikan es krimnya perlu diramu ulang agar tidak terlalu cepat mencair pada suhu ruangan. Dari pengalaman saya, es krim yang saya pesan mudah mencari setelah lewat satu menit. Ini mungkin karena racikan es krim kurang padat atau bisa juga karena suhu ruangan yang cenderung hangat. Sebaiknya, AC di ruang makan disetel pada tingkat yang lebih dingin. Lantas, suasana dalam ruangannya kurang bergairah, padahal warna interiornya sudah bagus. Ada baiknya bila pencahayaaan dibuat lebih terang sehingga mengundang siapapun yang lewat di depan restoran Al Riez. Dan ketiga, mutu pelayanannya ditingkatkan agar tamu tidak menunggu kelamaan untuk mendapatkan pesanannya.

 

Jadi, begitulah ulasan kali ini mengenai sebuah tempat makan yang unik, Es Krim Al Riez. Sekilas, ini adalah tempat makan baru padahal ia sebelumnya pernah buka kios di ITC Depok selama setahun lebih. Karena pembeli yang kurang, sang pemilik pindah lokasi dekat RS Bunda, Margonda. Sebuah keputusan yang tepat karena tamunya menjadi meningkat, sebagian diantaranya adalah tamu RS Bunda juga. Nah, apakah Anda marasa hawa udara mulai panas? Apakah Anda mulai mengidamkan suguhan es krim dingin yang meleleh di tenggorokan Anda? Apakah Anda mulai merasakan rasa manis coklat dan vanila di lidah dan sela gigi? Apakah Anda sedang di Depok? Jalan Margonda? Segera meluncur ke Al Riez! Persis di sebelah RS Bunda. Selamat menikmatiiiiiii, :)

 

<br /><small>View Pesona Kuliner Depok in a larger map</small>

 

12 · 17

Warung Sakura (Masakan Jepang)

Halo pembaca setia PKD, sudah lama menantikah kalian? Maaf ya kalau artikel yang ini terlambat lagi. Kali ini kita bertualang dalam kuliner Jepang.

 

Sekian lama waktu berlalu semenjak terakhir kali menulis tempat makan masakan Jepang, kali ini saya mengangkat satu tempat makan lagi yang menyajikan masakan negeri asal Doraemon, namanya Warung Makan Sakura. Saya pribadi menyebutnya warung Doraemon karena gambar si kucing hi-tech di spanduk warungnya, :D Buka dari jam 5 sore, Sakura siap melayani segala keinginan makan untuk masakan Jepang.

 

Perkenalan dengan warung ini bemula dari seringnya teman kantor saya membeli nasi goreng ketika mereka bekerja hingga malam. Penasaran, saya pun ikutan membelinya. Berawal dari nasi goreng, saya pun mulai mencoba pilihan lainnya di menu. Berbeda dengan Sami Moro dan Boloo-Boloo yang bergaya restoran, warung ini adalah warung kaki lima yang sudah lama mengambil tempat di pinggir jalan Margonda Raya, di antara pintu masuk Pesona Khayangan dan Bank Permata. Saya belum tahu banyak tentang sejarah warung ini. Yang pasti, warung ini sudah lama berdiri, mungkin lebih dari 8 tahun.

 

Menu di warung Sakura secara umum sama dengan menu masakan restoran Jepang. Tentunya, karena tempat makan ini berbentuk warung, menu yang disajikan adalah menu yang praktis dimasak--Ayam/Sapi Teriyaki, Ayam/Sapi Yakiniku, Nasi Ayam Katsu, Wafuyaki, Yakisoba (Mie Jepang), Tempura, Nasi Goreng, dan Mi Goreng. Khusus untuk Nasi Goreng dan Mi Goreng, warung Sakura menyajikannya dengan gaya masak Jepang dimana kecap yang dipakai adalah yang lazim digunakan untuk memasak Teriyaki, rasanya manis dengan nuansa asin. Hal ini sangat terasa sekali di lidah hingga membedakannya dari Nasi Goreng atau Mi Goreng di warung atau restoran Masakan Cina yang cenderung manis.

 

Tidak berbeda dengan kedua restoran yang pernah saya ulas sebelumnya, makanan di warung Sakura termasuk enak, untuk ukuran warung kaki lima. Racikan bumbunya pas dan citarasa masakannya pun jempolan. Menu Teriyaki yang sudah saya santap tidak jauh dengan menu Teriyaki di restoran. Sedangkan menu Yakiniku termasuk lumayan. Untuk menu favorit saya--Tempura, Nasi Goreng, Ayam Katsu, saya katakan jempolan. Hanya saja, Tempura dan Ayam Katsu di warung ini berbeda dengan yang biasa ditemui di restoran Jepang. Ayam Katsu di tempat makan ini adalah menu dimana potongan daging ayam ukuran kecil-kecil digoreng dalam balutan tepung. Sedangkan menu Tempura, terdiri dari potongan kacang panjang yang digoreng dengan tepung dan Ebi Furai. Untuk keduanya, pengunjung akan mendapatkan saus khusus sebagai teman bersantap. Selain itu, semua paket menu Jepang dan nasi disertai pula dengan salad yang rasanya sangat segar dan diberi saus dimana rasanya tidak kalah dengan Hok-Ben sekalipun. Yang saya suka, saladnya segar tanpa terkesan dingin di lidah.

 

Selain makanan enak, warung Sakura memberikan harga yang termasuk murah bagi pengunjungnya. Harga makanan di warung ini berkisar dari Rp10.000 hingga Rp20.000. Yang murah adalah Nasi Goreng dan Mie Goreng, dibawah Rp12.000. Paket Nasi Teriyaki, Yakiniku, Katsu, dan Tempura dihargai, rata-rata, Rp15.000. Dengan minum, Anda perlu menambah lagi Rp2.000. Murah bukan? Tidak mengherankan kalau warung ini termasuk sering disambangi pengunjung. Dan semakin malam, tempat ini menjadi semakin ramai.

 

Dari segi tempat, warung Sakura adalah tempat yang nyaman untuk bersantap sore dan malam. Memang sih, tempatnya masih kalah luas dari warung tenda dan meja makannya termasuk sedikit. Akan tetapi, layanan di tempat ini termasuk bagus dan cepat. Pelayannya ramah dan cekatan dalam menerima dan mengantarkan pesanan. Kecepatan dalam pelayanan dimungkinkan karena banyaknya pegawai di warung ini. Sebagai gambaran, ada 2 orang tukang masak, 2-3 orang pelayan, dan satu orang untuk mempersiapkan minuman dan salad. Agar pengunjung tidak lama menunggu pesanan, juru masak bertugas di depan 4 kompor--dua kompor khusus untuk deep fried buat menu katsu/tempura, dua kompor lagi untuk pesanan teriyaki dan nasi/mie goreng--yang semuanya bekerja penuh. Huebat ya, :) Pemilik warung bahkan terkadang terjun langsung membantu pegawainya, entah memasak atau melayani tamu. Lewat cara ini, tidak ada tamu yang menunggu lama, bahkan biarpun Anda datang dalam rombongan besar sekalipun. Untuk yang satu ini, saya memberikan acungan dua jempol.

 

Begitulah ulasan saya mengenai warung masakan Jepang "Sakura". Makin lama warung ini berdiri, citarasa masakannya makin bagus. Dari segi pengunjung, warung ini termasuk rata-rata ramai, malam Sabtu menjadi malam yang ramai. Walau di awal artikel saya katakan ini adalah warung kaki lima, sebenarnya warung ini hanya menggunakan jalur trotoar untuk dapurnya sedang tempat makannya berada di dalam sebuah garasi, yang siang hari menjadi bengkel mobil. Biarpun begitu, tempat ini termasuk rapih dan bersih. Mengenai kekurangan, ya seandainya ada lebih banyak meja dan bangku, akan lebih banyak orang yang datang. Bagaimana, berminat? Silahkan datang ke warung "Sakura" setiap hari. Tempat ini buka dari jam 5 sore hingga 10 malam (saya tidak tahu jam berapa persisnya tempat ini tutup tetapi saya pernah bersantap jam 9.30 malam). Jika Anda datang dari arah Jakarta, silahkan melaju terus ke arah perumahan Pesona Khayangan, sesudah lampu merah pertigaan Juanda. Setelah melewati pintu gerbangnya, melajulah perlahan dan Anda akan melihat warung Sakura dengan spanduk kuning dan lukisan Doraemon. Selamat bersantap, :)

 

<br /><small>View Pesona Kuliner Depok in a larger map</small>

 

11 · 26

Ketupat Sayur Pak Romadi (Pesona Khayangan)

Dari sekian banyak artikel tentang menu sarapan di kota Depok, ketupat sayur yang paling jarang saya tulis dan terbitkan (baru satu kali). Bicara jumlah, penjual ketupat sayur sih banyak, tapi yang enak sedikit. Dalam kesempatan ini, saya angkat ketupat sayur favorit saya belakangan ini, ketupat sayur Pak Romadi. Ketupat sayur Pak Romadi saya kenal dari teman kantor saya, Pak Toni, yang sering sarapan di warungnya. Setelah mencicipi, saya langsung terpincut dan menyambangi langsung warung itu untuk mencoba seporsi ketupat sayur. Saya diberitahu kalau warung beliau berada di dekat gerbang masuk komplek rumah Pesona Khayangan, depan toko Fame 'n Famous.


Ketupat sayur Pak Romadi adalah salah satu tempat sarapan favorit di daerah Margonda, khususnya di sekitar Pesona Khayangan. Biarpun tampilannya bersahaja, gerobak ketupat dan sebuah bangku panjang, pembeli yang datang membeli bukan hanya orang-orang yang lewat di Margonda Raya tetapi juga penghuni komplek perumahan elit Pesona Khayangan. Jadi, kedainya Pak Romadi tidak pernah sepi pembeli. Bahkan Polantas yang bertugas di sekitar komplek Pesona sudah jadi pelanggan tetap setiap paginya. 


Yang membuat ketupat sayur Pak Romadi enak adalah bumbunya yang pedas dan sajiannya baik. Sajian kupat sayur sama seperti pedagang lainnya berupa potongan ketupat yang disiram dengan kuah gulai sayur nangka. Ketika pertama kali mencicipinya, saya pikir ketupat sayur ini pakai bumbu Padang kerena rasanya yang lumayan pedas. Kenyataanya, Pak Romadi sendiri adalah orang Tegal dan, menurut penuturan beliau sendiri, resep ketupat sayurnya tidak berbeda dari penjual lainnya. Perbedaannya, dia memakai banyak santan sehingga kuahnya meyerupai gulai santan Padang dan kuah sotonya pedas berkat tambahan cengkih dan tahu kunyit di dalam resepnya, yang menimbulkan rasa pedas dan hangat di lidah. Ini menjadi semakin enak lagi lantaran sajian kupat sayur selalu dalam keadaan hangat berkat adanya kompor gas yang selalu menghangatkan gulai sayur nangka. Sudah begitu, potongan ketupat-nya banyak, meski sayurnya jadi sedikit. Tapi, ini terjadi bila gulai ketupat sayurnya sudah mau habis karena dipesan pembeli sebulumnya. Jika Anda mau, silahkan minta tambahan menu telur rebus. Tapi ini membuat pembeli dari kaum pria menyukainya.


Dengan citarasa yang begitu enak, harga semangkuk kupat sayur dengan tahu hanya dihargai Rp5.000, dengan telur rebus jadi Rp6.000. Murah bukan untuk seporsi kupat sayur hangat nan lezat?


Pak Romadi sudah berjualan ketupat sayur di Margonda Raya untuk jangka waktu lama, sudah 10 tahun lebih. Sebelum menempati posisinya yang sekarang, beliau berjualan di seberang jalan Margonda. Dari segi penampilan, tempat makan kupat sayur ini terbilang sederhana sekali sehingga tidak banyak orang yang datang bersantap di tempat. Akan tetapi, konsumen yang datang membeli untuk disantap di rumah, biasanya mereka para penghuni komplek Pesona. Pada hari kerja, pembelinya memang sedikit dan pada akhir pekan baru banyak yang datang bersantap. Dari obrolan kami, beliau mengatakan warungnya terlihat sepi karena pembeli kebanyakan memesan utnuk dibawa pulang. Sedikit yang bersantap di tempat, mungkin karena posisinya yang persis di pinggir jalan.


Begitulah ulasan saya tentang sebuah tempat makan sederhana di pinggiran jalan Margonda Raya. Kapan saja Anda datang ke Depok di pagi hari, saya sarankan untuk menikmati sarapan kupat sayur Pak Romadi di dekat gerbang masuk Pesona Khayangan, tidak jauh dari toko Fame n Famous. Dan kalau Anda lihat ada Polantas sedang duduk menyantap kupat sayur, itulah tempatnya. Selamat bersantap, :)


Todo Sibuea

I am a systemic anomaly that is inherent to this universe. This is my personal blog where I express my thoughts on matters that cross my mind and things I found in internet.

All of my articles here are protected under Copyright Law. By articles means every piece of writing that I myself create. If you want to use my article for your particular purpose, please inform me to get my confirmation. If you do get it, don't forget to give credit to me for the article you use.

About

Depok's Culinary Delight/Tempat Makan Enak di Depok